KETAATAN MENDATANGKAN KEMENANGAN Part 2 (1 Samuel 17:38-39)


Minggu, 05 Juli 2020

“Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: "Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya." Kemudian ia menanggalkannya.” (1 Sam. 17:38-39)
KEEMPAT: BERPERANG DENGAN KUASA TUHAN
Awalnya, tak seorang pun mempercayai Daud! Mereka menilainya berdasarkan penampilan luarnya. Orang-orang membandingkan perawakannya dengan Goliat sehingga mereka tidak percaya pada Daud. Akhirnya, Daud berbicara dengan keyakinan, otoritas, iman, dan kuasa yang demikian besar sehingga ia menang atas pendapat orang-orang termasuk raja. Mereka akhirnya menyerah dan berkata, “Yah, baiklah, pergilah! Kami akan mempercayaimu.”
Mereka ingin memperlengkapi Daud dengan baju perang Saul, yaitu orang yang paling besar, paling tinggi, dan paling kuat dari semua orang Israel. Saul memiliki semua baju dan senjata perang namun ia tetap bersembunyi. Ia tidak pernah melawan Goliat. Jika baju perang Saul tidak akan memberinya kemenangan, apa yang membuatnya berpikir bahwa baju itu akan memberi kemenangan pada Daud?
Dapatkah Anda bayangkan Daud mengenakan baju perang Saul? Dialah orang kecil yang terbuang, tenggelam dalam baju perang pria terbesar di seluruh Israel. Namun demikian Daud cukup berhikmat untuk mengetahui bahwa ini tidak akan berhasil. Ia berkata, “Aku tidak biasa melakukan ini.” Bukan karena baju perang itu hal yang jahat, tapi karena Daud mempercayai Tuhan.  Persoalannya, Daud tidak pernah membuktikan kemampuan baju perang itu. Ia tidak terbiasa dengannya. Bukan itu yang telah ia gunakan sebelumnya. Ia tidak mempercayai semacam hal fisik untuk mengalahkan Goliat. Kepercayaannya bukan dalam perlindungan yang bisa di dapat dari baju perang. Daud tau bahwa kepercayaannya kepada Tuhanlah yang akan membuatnya berhasil.
Hal yang sama bisa terjadi dalam kehidupan Anda sehari-hari. Orang-orang akan mencoba mengatakan pada Anda agar tidak melayani Tuhan. Mereka akan berkata, “kamu fanatik, kamu tidak bisa begitu.” Tetapi jika Anda bersikeras, mereka pada akhirnya akan berkata, “yah, sudahlah, terserah kamu, tapi setidaknya kamu melakukannya dengan cara begini.” Mereka kemudian akan mencoba memberi Anda teori-teori mereka tentang bagaimana itu seharusnya dilakukan. Tapi sebenarnya teori itu sendiri tidak efektif bagi mereka, dan mereka tidak melakukan apa pun tentang teori itu. Tidak ada kemenangan dalam hidup mereka karena teori itu, namun mereka cepat memberitahu Anda apa yang harus Anda lakukan. “Ini, pakailah baju perang saya yang tidak efektif bagi saya!”
Kekuatan Daud bukan dalam baju perang atau sebilah pedang, tetapi dalam mempercayai Tuhan. Ketika Goliat melihat Daud, berjalan keluar menghampirinya dengan hanya sebuah ketapel, ia menertawakannya. Goliat meremehkan bahkan mengutuk Daud karena datang melawannya dengan tongkat dan batu. Goliat tidak mengenali kuasa Allah yang ada di dalam Daud dan menyertainya (bnd. 1 Samuel 17:40-47). Dalam ayat 50, firman Tuhan berkata, “Daud mengalahkan orang Flistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.”



KELIMA: TAKLUKKAN MUSUH ANDA SAMPAI TUNTAS
Daud tidak membuat Goliat sekedar jatuh dan tersungkur, ia mengalahkan Goliat dengan membunuhnya, ia memenggal kepala Goliat dari tubuhnya kemudian diangkat di depan semua pasukan orang Flistin dan Israel. Artinya, ia melakukan peperangan dan mengalahkan musuhnya sampai tuntas.
“Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.” (1 Samuel 17:51)
Ketika orang Flistin melihat kepala Goliat sudah ada di tangan Daud, mereka lari meninggalkan Daud dan pasukan Israel. Mereka diselimuti rasa takut yang amat sangat setelah melihat prajurit mereka benar-benar terbunuh. Selama Goliat hanya jatuh tersungkur mereka tetap berada di tempat dan tidak beranjak dari sana. Mereka mungkin berpikir bahwa Goliat hanya sebatas jatuh pingsan dan akan bangkit kembali melanjutkan pertrungan. Namun setelah mereka benar-benar menyaksikan kepala Goliat terpisah dari tubuhnya, saat itulah mereka lari dari hadapan pasukan tentara Israel. Daud tidak hanya melawan musuhnya dan memukulnya jatuh, ia benar-benar menaklukkan dan mengalahkannya! Daud memastikan Goliat tidak akan pernah bangkit dan bertarung lagi. Saat ia memegang dan mengangkat kepala Goliat tinggi-tinggi, semua orang Flistin lari, saat itulah terjadi pembebasan dan orang-orang Israel mulai mengejar orang-orang Flistin danmemenangkan peperangan.
Jika Anda sedang melakukan pertarungan dengan Goliat Anda, taklukkan atau kalahkanlah dia sampai tuntas, jangan biarkan dia sebatas jatuh tersungkur. Sebab jatuh tersungkur belum tentu sudah mati, mungkin hanya pingsan beberapa saat setelah itu dia akan bangkit lagi dan menyerang Anda. Kadangkala orang percaya kurang jeli melihat atau kurang memahami kondisi ini. Baru saja mereka merasa lega sedikit dari peperangan melawan musuh, mereka langsung bersantai dan tidak mengalahkan musuhnya sampai tuntas.
Apa yang menjadi Goliat dalam hidup Anda? Kebiasaan buruk, kedagingan, keteledoran atau apa pun itu, taklukkanlah mereka sampai tuntas, sebab jika tidak dia akan bangkit untuk memerangi Anda. Berkomitmenlah taat kepada Tuhan dan mengalahkan mereka, jangan biarkan mereka bangkit kembali untuk mengadakan perlawanan dengan Anda. Biarlah ketaatan Anda kepada Tuhan mendatangkan kemenangan bagi Anda. Haleluya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS