TUJUAN ALLAH MENCURAHKAN ROH KUDUS (Kis. 1:8; 2:1-4)


Minggu, 31 Mei 2020


“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Rasul 1:8)
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Kisah Rasul 2:1-4)
Beberapa tujuan Allah memberikan/mencurahkan Roh-Nya:
1.    Memberikan Orang Percaya Kuasa Untuk Menjadi Saksi-Nya (Yohanes 15:26-27; Kis. 1:8)
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”(Kis. 1:8)
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." (Yoh. 15:26-27)
Arti kata Saksi:
Menurut KBBI “1. orang yang melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa (kejadian): 2. orang yang dimintai hadir pada suatu peristiwa yang dianggap mengetahui kejadian tersebut: 2. orang yang memberikan keterangan di muka hakim untuk kepentingan pendakwa atau terdakwa:
Ibrani “ana (harfiah, ”menjawab”), 'ud, 'ed: Yunani martureo, dan kata-kata yg berakar padanya ialah martus, marturia dan marturion. Saksi ialah orang yg memberi kesaksian tentang sesuatu yg ia sendiri telah melihatnya.
Di Indonesia, penggunaan kata itu diartikan sebagai martir. Dalam dunia Kristen modern, “kesaksian” berarti cerita tentang apa yg dikerjakan Kristus atas hidup seseorang, menjadi pengalaman pribadi orang tersebut.
Jadi, saksi ialah, orang-orang beriman yang memberi kesaksian tentang Injil Yesus Kristus dan karya-karya-Nya, khususnya tentang kebangkitan-Nya (Kis 2:32; 4:33). Wibawa saksi terjamin oleh Roh Kudus (Kis 1:8; 5:32) (Sumber: Alkitab. Sabda. Org)
Pada peristiwa Pentakosta, Roh Kudus turun dan bermanifestasi sebagai kuasa dengan kekuatan penuh memenuhi mereka, sehingga mereka penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Sejak peristiwa tersebut orang percaya memiliki keberanian untuk bersaksi memberitakan kasih dan kuasa Yesus. Tidak sedikit dari antara mereka yang harus mengalami aniaya oleh karena nama Yesus, namun mereka tetap maju dengan iman yang ada di hati mereka. Sejarah gereja mencatat, banyak di antara para rasul dan orang percaya yang mati mengenaskan karena mereka tidak mau menyangkal iman mereka kepada Yesus. Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan kehidupan dan keberanian Petrus sebelum mengalami pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta. Semua orang percaya tahu bahwa rasul Petrus pernah menyangkal Yesus pada waktu Yesus ditangkap dan dianiaya. Tetapi setelah dia menerima kuasa pada pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta, dia menjadi orang yang sangat berani untuk bersaksi memberitakan firman Tuhan. Ketika dia mengakhiri hidupnya, dia rela mati disalib dengan keadaan terbalik, kepalanya ke bawah. Jadi, jelas pencurahan Roh Kudus atas hidup orang percaya dimaksudkan untuk memberi kuasa untuk menjadi saksi Kristus yang hidup.
2.    Memulai Pekerjaan Roh Kudus yang Tanpa Batas dalam Diri Orang Percaya (Yohanes 16:13-14).
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.” (Yoh. 16:13-14)
Setelah kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga, murid-murid harus tetap tinggal di Yerusalem menantikan apa yang disebut “janji Bapa” (Luk. 24:49; Kis. 1:4-5), yaitu  turunnya Roh Kudus. Sebenarnya sebelum hari Pentakosta Roh Kudus sudah dihembuskan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya seperti ditulis dalam Yohanes 20:22 "Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus". Berdasarkan fakta tersebut, jika dikatakan bahwa Roh Kudus baru turun di hari Pentakosta agak kurang tepat karena kesadaran orang pasti bertanya, “lalu Roh apa yang dihembuskan oleh Tuhan Yesus sebelum peristiwa Pentakosta tersebut?” Roh Kudus telah diberikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya sesuai dengan janji-Nya. Namun Roh Kudus baru bekerja secara aktif tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat setelah hari Pentakosta.
Selama Yesus masih ada dan pelayanan di bumi manifestasi dan pekerjaan Roh Kudus terbatas pada kehadiran Yesus dan murid-murid-Nya secara fisik. Tetapi setelah hari Pentakosta, Yesus bisa hadir melalui Roh Kudus tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Artinya, dalam waktu yang bersamaan pada tempat yang berbeda manifestasi karya Yesus bisa terjadi dan nyata melalui lawatan Roh Kudus.
3.    Melahirkan Gereja Perjanjian Baru Sebagai Perwakilan Tuhan di Bumi (1 Kor. 3:16; 6:19-20)
Setelah pencurahan Roh Kudus Yesus tidak lagi hadir secara fisik di dunia ini. Tetapi Dia hadir melalui gereja-Nya yaitu orang-orang percaya yang telah termaterai oleh Roh Kudus. Setiap pribadi orang percaya menjadi tempat kediaman Roh Kudus di manapun mereka berada tanpa dipengaruhi latar belakang status sosial. Tentu ini adalah rencana besar Allah karena sejak hari Pentakosta tersebut gereja disahkan sebagai utusan dan perwakilan Tuhan di tengah-tengah dunia.
Itulah sebabnya “pentahbisan gereja ini” dilakukan Tuhan dengan tanda-tanda yang menarik perhatian banyak orang. Kata dipenuhi oleh Roh Kudus dalam Kisah Rasul 2:4 bisa berarti bahwa Roh Kudus bekerja secara luar biasa atau maksimal sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah melalui gereja-Nya. Hal itu terjadi menggenapi apa yang Tuhan Yesus katakan sebelum naik ke Sorga, bahwa mereka akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun atas mereka. Mereka akan menjadi saksi sampai ke ujung bumi (Kis. 1:8 ). Dalam hal ini jelas bahwa pencurahan Roh Kudus sangat bertalian dengan gereja-Nya dan tugas yang Yesus percayakan kepada umat pilihan-Nya/gereja-Nya.
Jadi, pencurahan Roh Kudus terjadi untuk kepentingan pekerjaan Tuhan Yesus semata-mata. Seseorang tidak diperkenan menggunakan Roh Kudus untuk kepentingan diri sendiri.
Kalau ada orang yang masih hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri dan tidak memiliki kedewasaan yang memadai namun mengaku dipenuhi oleh Roh Kudus, ada dua kemungkinan kenyataannya. Pertama, orang tersebut tidak benar-benar mengalami kepenuhan Roh Kudus, atau Kedua, orang tersebut telah mengalaminya tapi tidak mau belajar/diajar cara hidup di dalam Tuhan.
Semua orang percaya harus mengerti dan menyadari bahwa diri mereka adalah gereja Tuhan di mana Roh Allah berdiam di dalam diri mereka. Hidup mereka semata-mata harus menjadi representasi Tuhan untuk memperkenalkan siapa Yesus sesungguhnya kepada dunia. Amen!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS