Pesan dari Kenaikan Tuhan Yesus (Kis. 1:9-11)


Kamis, 21 Mei 2020 (Hari Kenaikan Tuhan Yesus)


Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga adalah peristiwa penting bagi setiap orang percaya kepada-Nya, sebab peristiwa tersebut memberikan pesan dan menyingkapkan rahasia besar dalam pengharapan iman orang percaya. Berikut beberapa pesan yang dapat kita pelajari dari kenaikan Yesus ke Sorga:
1.    Membuktikan Sorga Benar-benar Ada
“Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.” (Yohanes 3:13)
Dalam Yohanes 14 Yesus berkata bahwa Sorga itu adalah rumah Bapa-Nya, dan Dia pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Dia pergi ke Sorga karena Dia berasal dari sana bukan dari dunia. Jadi adalah salah apabila orang mengatakan bahwa Yesus itu hanya sebatas manusia dan nabi yang berasal dari dunia. Yang benar ialah, Dia berasal dari Sorga dan Sorga itu benar-benar ada.
2.    Untuk Menggenapi Janji Pencurahan Roh Kudus
“Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." (Lukas 24:49)
“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang demikian kata-Nya "telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." (Kis. 1:4-5)
Untuk memenuhi janji ini Yesus harus naik ke sorga, sebab jika Yesus tidak naik ke Sorga maka Roh itu tidak akan dicurahkan. Kenaikan Yesus ke Sorga dan pencurahan Roh Kudus dari Sorga merupakan rencana besar Allah untuk menyelesaikan misi-Nya di dunia. Roh Kudus yang adalah Roh, menggantikan peran Yesus yang ada di dunia secara fisik. Dengan naiknya Yesus ke Sorga maka Roh Kudus dicurahkan sebagai pribadi yang tidak terbatas kehadiran-Nya menggantikan Yesus yang terbatas kehadiran-Nya secara fisik. Dengan demikian, Yesus dapat bekerja lebih leluasa dan lebih luas melalui kehadiran Roh Kudus di muka bumi.
3.    Pendelegasian Tugas Kepada Para Murid Sedang Dimulai (Kis 1:8)
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kis. 1:8)
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20)
Suatu waktu, dalam kebersamaan dengan para murid, sebelum Yesus naik ke sorga Dia berkata, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;” (Yohanes 14:12)
Kapan sepenuhnya ayat ini digenapi? Pada waktu Dia sudah naik ke Sorga. Sebab dalam ayat tersebut alasannya jelas disebutkan “karena Dia pergi kepada Bapa” maka yang meneruskan pelayanan (misi) tersebut adalah setiap orang percaya. Artinya kenaikan Yesus ke sorga secara tidak langsung mempertegas untuk melakukan pekerjaan yang pernah dikatakannya. Dan untuk setiap orang percaya yang mau melakukan pekerjaan tersebut, mereka akan melihat manifestasi kuasa Allah yang besar karena ketaatan melakukan pekerjaan tersebut.
Belakangan ini telah terjadi pergeseran pengertian di hati dan pikiran orang percaya. Mereka berharap akan melihat dan mengalami manifestasi kuasa Tuhan yang hebat tanpa bekerja atau tanpa melakukan pekerjaan pelayanan Tuhan. Mereka berpikir hanya dengan percaya saja tanpa tindakan di dalam Tuhan akan mengalaminya. Tidak! Di materi sebelumnya, Anda sudah diajarkan bahwa iman supernatural itu bekerja sesuai dengan hukum iman yang berlaku. Tanda-tanda ajaib selalu bekerja untuk meneguhkan pemberitaan kebenaran. Tuhan rindu agar semua orang mengenal Dia dengan benar. Untuk itu, Dia menyatakan kuasa-Nya yang hebat dengan tujuan menarik hati setiap orang bertobat dan berbalik kepada-Nya. Itu sebabnya, layanilah Tuhan dengan segenap hati, beritakanlah kabar baik dan kebenaran, karena hanya dengan menanamkan benih kebenaran di hati orang, ketidakbenaran akan tersingkir dari hati mereka.
Rasul Paulus melakukan hal ini di Efesus sehingga dalam 2 tahun semua asia mendengar berita Injil dan mujizat Allah sungguh-sungguh terjadi dan nyata (Kis. 19:10-12).
4.    Yesus Pasti Datang Kembali dengan Cara yang Sama
Apa artinya jika dikatakan bahwa Yesus akan datang kembali ke dunia? Pesan yang terdapat di balik pernyataan para malaikat tersebut ialah agar manusia mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya yang ke-dua kali. Kapan waktu yang tepat? Tidak ada seorang pun yang tahu. Yesus berkata, malaikat tidak tahu, Anak pun tidak tahu, hanya Bapa di Sorga yang tahu. Kedatangan Yesus itu benar-benar merupakan rahasia ilahi yang tidak seorang pun dapat meramalkannya. Ada banyak orang yang telah mencoba membuat perhitungan waktu dengan bermacam-macam metode, namun sampai saat ini belum ada yang dapat dipercaya karena tidak akurat.
Pernyataan “hanya Bapa yang tahu” benar-benar merupakan kalimat penegasan tentang berjaga-jaga. Alkitab berkata, kedatangan-Nya “seperti pencuri di tengah malam” yang bisa datang secara tiba-tiba.
Pernyataan tersebut tidak bermaksud menakut-nakuti, tapi komando supaya setiap orang jangan lengah dan bersantai. Karena sifatnya yang tiba-tiba, maka Dia bisa datang di pagi, siang, sore, malam, dan bahkan subuh hari di mana setiap orang masih terlelap dalam tidurnya.
Berjaga-jaga yang dimaksudkan juga tidak berarti bahwa setiap orang harus melek setiap saat tanpa tidur. Tidak! Yang dimaksud berjaga-jaga di sana ialah sikap hati dan kerohanian seseorang yang dipersiapkan dengan baik untuk bertemu Tuhan. Hal itu berbicara tentang sikap dan cara hidup orang sehari-hari. Jika seseorang membangun kehidupan rohaninya dengan baik dan maksimal, maka sekalipun ia terlelap secara jasamani, tetapi jiwa dan rohnya tetap dalam keadaan siaga untuk berjumpa dengan Tuhan.
Pada jaman rasul Petrus (bahkan mungkin sekarang), banyak orang telah menjadi pesimis akan kedatangan Yesus kedua kali. Mereka mengolok-olok orang percaya karena berita kedatangan Tuhan yang kedua kali. Mereka menyindir dan berkata bahwa Tuhan lalai menepati janji-Nya, Tuhan lupa akan janji-Nya. Namun, sesungguhnya tidaklah demikian karena Alkitab berkata, Tuhan bersabar menanti semua orang bertobat dan berbalik kepada-Nya (2 Petrus 3:9). Jadi, jika Dia belum juga datang hari ini bukan karena Dia lupa atau lalai, tapi karena Dia masih menunggu keluarga, teman, sahabat, kolega bisnis kita bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Siapa yang akan membawa mereka kepada Tuhan? Anda dan saya! Kita yang harus membawa kabar baik kepada mereka karena kenaikan Yesus adalah sebagai legitimasi pendelegasian tugas-tugas dan pekerjaan (misi) Yesus kepada kita. Membangun kerohanian, melayani Dia dalam pekerjaan-Nya adalah merupakan tindakan persiapan kita berjumpa dengan Dia. Itu sebabnya, bangun terus kerohanian kita dan jangan berhenti melayani Dia melalui pekerjaan-pekerjaan-Nya yang dipercayakan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS