MEMBUAT IMAN ANDA BEKERJA (Lukas 17:1-6)


Minggu, 24 Mei 2020


Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu." (Lukas 17:1-6)
Anda tidak memerlukan lebih banyak iman, sebaiknya Anda tidak berupaya terus-menerus untuk mendapatkan iman yang lebih besar, hentikanlah usaha itu. Jika Anda telah lahir baru, Anda telah diberikan semua iman yang akan Anda butuhkan! Sekarang Anda telah memiliki iman lebih dari cukup. Anda hanya tidak tahu apa yang telah Anda terima dan bagaimana menggunakannya. Selama Anda tidak mengetahui dan tidak mempercayai bahwa Anda telah memiliki iman yang supernatural, maka Anda tidak akan pernah mengalami dampak dari iman tersebut. Atau, Anda mengetahui dan percaya dalam hati bahwa Anda telah memilikinya, namun Anda tidak pernah mempergunakan atau mempekerjakannya, Anda juga tidak akan pernah melihat dan mengalami buahnya. Itu sebabnya, iman supernatural yang telah kita miliki perlu dipekerjakan. Iman harus dipekerjakan, bukan dimanjakan!
Sangat menarik pada Lukas 17:7-10, Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang seorang tuan dan hamba untuk menjelaskan cara kerja iman dalam diri orang percaya yang telah memiliki iman tersebut, di mana iman tersebut diumpamakan seperti seorang hamba yang taat atas perintah-perintah tuan tersebut. Demikian juga iman!
Jika iman harus dipekerjakan, dalam hal apa saja dia harus bekerja?
1.    Dalam Hal Mengampuni (Luk. 17:3-4; Markus 11:25)
Yesus membangkitakan orang dari kematian, mencelikkan mata yang buta dan membuka telinga yang tuli, menyembuhkan orang sakit kusta, mengusir setan, dan melakukan banyak hal lainnya yang tak seorang pun pernah melakukannya.
Pada waktu Yesus mengutus para murid-Nya untuk pelayanan, kuasa yang sama diberikan kepada mereka untuk melakukan mujizat yang sama (Matius 10:7-8), dan para murid pun melakukannya. Namun, saat Yesus menasehati mereka untuk mengampuni orang-orang seperti yang Tuhan inginkan, para murid-Nya menjawab-Nya dengan jawaban yang di luar dugaan yaitu, “Tambahkanlah Iman Kami!”
Sekilas permintaan para murid ini seperti tidak ada kaitannya dengan pengampunan. Yang diketahui banyak orang selama ini bahwa iman berhubungan dengan keselamatan dan hal-hal ajaib atau mujizat. Namun, apabila direnungkan dengan baik, permintaan para murid tersebut mengandung makna yang sangat dalam. Mereka menyadari tidaklah mudah melakukan nasehat tersebut tanpa iman yang supernatural.
Di ayat 1 dan 2 pasal 17 ini, Yesus menyinggung tentang penyesat. Kemudian di ayat 3 diteruskan dengan kalimat, “jagalah dirimu!”. Ayat 4, Yesus menegaskan supaya mereka tetap memberikan pengampunan kepada mereka yang mau datang minta ampun, bahkan jika mereka melakukannya sampai 7 kali dalam sehari. Mendengar nasehat tersebut para murid bereaksi dan berkata “Tambahkanlah Iman Kami!”. Artinya, para murid menyadari, tidak mudah untuk merealisasikan hal tersebut. Mereka membayangkan, apa mungkin mereka dapat melakukannya, yaitu mengampuni orang-orang yang secara sengaja merusak pelayanan mereka, yang secara sengaja membelokkan dan memutar balik kebenaran yang mereka ajarkan? dan hal tersebut dilakukan secara intens. Bagaimana caranya? Atas dasar itulah murid-murid mengajukan permintaan kepada Yesus. Mereka meyakini tanpa iman yang besar, mereka tidak mampu melakukannya. 
Jawaban Yesus sangat mengejutkan! Seolah-olah Dia tidak memberi jawaban secara langsung, tapi mengingatkan tentang iman yang mereka miliki sudah cukup untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tidak diperlukan tambahan iman!
Mengapa iman dihubungkan dengan pengampunan, ada apa dengan pengampunan? Bukankah iman itu hubungannya dengan keselamatan dan sarana untuk menerima janji-janji Allah dan menghadapi situasi sulit? Betul! Tapi iman juga sangat berhubungan dengan ketulusan hati, dan ketulusan hati berhubungan dengan pengampunan. Sebab, jika Anda tidak mengampuni orang lain, hal tersebut berpotensi membuat Anda ragu karena tuduhan-tuduhan iblis sehingga iman Anda bisa netral.
Dalam Kitab Markus 11:25, Yesus mengatakan hal yang sama. Ia mengingatkan bahwa mengampuni sesuatu yang penting dalam kehidupan orang percaya. Korelasinya langsung kepada pengampunan yang akan diterima seseorang dari Allah. Artinya, jika seseorang tidak mengampuni, ia akan disadarkan bahwa juga tidak mendapat pengampunan dari Allah. Pada waktu yang bersangkutan menyadari hal ini maka imannya akan menjadi tawar atau netral sehingga tidak dapat menghasilkan apa-apa.
2.    Dalam Hal Melayani Tuhan (Lukas 17:7-8)
7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
 8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. (Lukas 17:7-8)
Luar biasa! Pada perikop ini Yesus memperlihatkan dengan jelas eksistensi seorang hamba yang bekerja sepenuh untuk tuannya. Hal ini diungkapkan untuk menjelaskan posisi dan fungsi iman kepada para murid-Nya. Jika seorang hamba bekerja untuk keperluan tuannya, demikian pun iman bekerja untuk kepentingan pemiliknya. Siapakah pemilik iman supernatural tersebut, Dia adalah Allah. Allah meminjamkan iman-Nya yaitu iman supernatural kepada setiap orang percaya untuk menyelamatkan mereka dan menolong mereka menjalani hidup sehari yang memuliakan Dia. Artinya, iman supernatural yang ada di dalam diri Anda harus dipergunakan untuk menolong Anda melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dan memuliakan Allah. Sebab iman diberikan bukan untuk pemuasan nafsu daging manusia tapi untuk melakukan kehendak-Nya.  
3.    Dalam Hal Menyelesaikan Pekerjaan Tuhan (Lukas 17:9-10)
9. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
10. Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." (Lukas 17:9-10)
Seorang hamba dibeli dan dipekerjakan untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang telah diberikan kepadanya. Itu adalah tanggung jawab dan kewajiban seorang hamba. Ia tidak dibeli untuk dimanja, disanjung dan dibangga-banggakan. Tidak!
Demikian pun dengan iman. Ia diberi untuk difungsikan sesuai dengan misi si pemberi. Jika Anda ingin melihat dan mengalami buah iman, fungsikanlah dia sesuai fungsinya. Iman bukan untuk disanjung dan dibangga-banggakan tapi untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan Allah yang dipercayakannya kepada Anda.
Apa yang Tuhan suruh untuk Anda kerjakan? Kerjakanlah dengan iman yang telah diberikan kepada Anda agar Anda melihat hasilnya. Iman akan membuat Anda sanggup melakukannya sampai selesai, da nama Tuhan dimuliakan. Haleluya!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS