HIDUP DENGAN IMAN YANG SUPERNATURAL


Minggu, 10 Mei 2020

Kata benda Yunani untuk iman adalah pistis, yang berarti “yakin akan, bersandar pada, mempercayai” atau “suatu keyakinan atas kebenaran suatu hal”. Sedangkan kata kerjanya "percaya" adalah terjemahan dari kata “pisteuoo” yang berarti “berpikir bahwa sesuatu adalah benar”. Kata-kata ini sudah dipakai dalam Septuaginta, yaitu Alkitab Perjanjian Lama (dalam bahasa Ibrani) diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Kata “iman” dalam kata Ibrani yaitu “aman”, yang berarti keadaan yang benar dan dapat dipercayai atau diandalkan. Dalam kaitannya dengan Yesus Kristus, kata ini berarti percaya bahwa Kristus adalah Juruselamat yang melalui-Nya manusia mendapatkan keselamatan (lihat: Kis.16:31; Ef.2:8). Artinya, iman bukan sekedar persetujuan terhadap suatu ajaran atau doktrin tertentu; iman juga melibatkan kepercayaan kepada Yesus Kristus, berdiam di dalam-Nya, dan bersandar pada-Nya.
Beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang iman supernatural?
1.    Iman Supernatural adalah Iman Yang tidak Dibatasi Pandangan Mata (Iman Allah)
Allah adalah iman. Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, karena itu setiap orang yang diciptakan oleh Allah, apakah mereka sudah diselamatkan atau belum, mereka memiliki iman di dalam diri mereka. Perbedaannya adalah; ada yang disebut iman manusia (alamiah) dan iman supernatural (iman Alla).
Iman manusia (alami) ialah iman yang percaya berdasarkan apa yang mereka lihat, kecap, dengar, cium, dan rasakan. Contoh sebagai berikut. Misalnya, imanlah (iman manusia) yang mendorong seseorang duduk di atas kursi karena dia percaya bahwa kursi tersebut sanggup menopang tubuhnya. Imanlah (iman manusia) yang mendorong hati manusia mau terbang bersama pesawat terbang karena dia percaya bahwa pesawat tersebut bisa diterbangkan oleh kekuatan mesin yang dipandu oleh seorang pilot. Imanlah (iman manusia) yang mendorong hati seseorang menyeberangi jalan setelah dia melihat lampu hijau menyala. Dia percaya di waktu yang bersamaan lampu merah di seberang sedang menyala sebagai tanda berhenti bagi para penyeberang di seberang. Semuanya ini berada pada level iman yang disebut iman manusia yaitu, iman atau percaya karena melihat. Namun, iman yang seperti itu sangat terbatas karena didasari pada apa yang dia lihat dan saksikan.
Seseorang akan merasa aman duduk di atas kursi yang dia percayai sanggup menopang seluruh beban tubuhnya. Tapi jika dia tahu bahwa kursi tersebut tidak memiliki kaki yang utuh, responnya pasti berbeda, dia pasti tidak akan mau duduk di atasnya. Seseorang akan menaiki pesawat yang dia ketahui sedang dalam keadaan baik-baik sekalipun tidak mengenal pilotnya. Tapi seandainya tiba-tiba dia mendengar bunyi yang aneh pada mesin pesawat tersebut, kemudian melihat percikan api dan kepulan asap keluar dari bagian sayapnya, dia pasti mengurungkan niatnya untuk terbang. Seseorang akan segera menyeberangi jalan pada waktu dia melihat lampu hijau sudah menyala di depannya. Tapi, jika diwaktu yang bersamaan  dia menyaksikan sekelompok orang-orang tidak bertanggung menerobos lampu merah di seberang dan melintas laju dengan kecepatan tinggi membelah jalan di depennya, dia pasti menahan langkahnya dan tidak menyeberang sampai geng motor tersebut berlalu. Artinya, semua kepercayaan mereka sebelumnya akan terhenti pada saat mereka menyaksikan sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka percayai. Itulah iman manusia!
Berbeda dengan iman supernatural (iman Allah). Dia mempercayai sesuatu sekalipun belum terlihat oleh mata jasmani (Ibrani 11:1) karena Iman Allah tidak tergantung oleh apa yang dilihat oleh mata. Selain itu iman Allah adalah iman yang tidak pernah ragu, dia berotoritas dan sanggup mencipta. Pada waktu Tuhan menciptakan langit dan bumi, saat itu bumi belum berbentuk apa-apa (belum ada apa-apa). DIA berkata jadilah terang, kemudian terang itu jadi. Setelah itu DIA menciptakan segala sesuatu dengan firman yang memerintah dan berotoritas, maka semuanya itu jadi. Itulah iman supernatural atau iman Allah.
Selama Yesus hidup dan melayani di muka bumi, DIA memperagakan iman supernatural, yaitu iman Allah yang tidak terbatas, berotoritas dan sanggup mencipta. Dia menghardik badai dan menenangkan danau, Dia melenyapkan sakit-penyakit dan menyembuhkan orang, Dia mengusir setan-setan, melipatgandakan roti dan ikan, Dia membangkitkan orang mati bahkan Dia mengutuk pohon ara. Semuanya itu dilakukan dengan iman yang supernatural yaitu iman Allah dan semuanya terjadi. Sekali lagi, itulah iman supernatural atau iman Allah.
2.    Iman Supernatural dan Orang Percaya
Setiap orang yang percaya kepada Yesus dan mengalami kelahiran baru, mereka telah memiliki iman supernatural tersebut. Prosesnya pada waktu mereka mendengar dan menerima firman Tuhan, sebab firman Tuhan berkata “jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman kristus.” (Roma 10:17).
Kenapa iman timbul di saat seseorang mendengar fiman Tuhan? Pertama, karena firman Tuhan tersebut adalah perkataan Allah sendiri; Kedua, karena yang mempengaruhi seseorang mempercayai firman Tuhan tersebut ialah Roh Kudus, dan Alkitab berkata “iman adalah buah dari Roh Kudus” (Gal. 5:22). Artinya selain dari di dalam firman itu ada iman, Roh Kudus juga menanamkan iman di hati seseorang ketika dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam kehidupannya.
Dalam perkembangannya, Roh Kudus inilah yang akan menolong seseorang terus berjalan dalam kebenaran Allah, yang akan menuntun orang percaya hidup di dalam segala kehendak Allah, dan yang akan membawa orang percaya semakin mempercayai Yesus dan kuasa-Nya sehingga kualitas iman orang percaya tetap terjaga kemurniannya.  
3.    Iman Supernatural Melakukan Apa Yang Yesus Lakukan
Karena iman yang dengannya kita dilahirkan kembali adalah iman supernatural Anak Allah sendiri, maka itu memiliki potensi untuk melakukan apapun yang Yesus lakukan.
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;” (Yohanes 14:12)
Bagaimana seorang percaya dapat melakukan pekerjaan yang Yesus lakukan? Dengan mempraktekkan iman supernatural.
Iman supernatural ini sudah ada di dalam diri orang percaya sejak mereka dilahirkan kembali karena Roh Kudus dimateraikan di hati mereka dan salah satu buah dari Roh itu ialah “iman”. Ukuran iman yang diterima oleh setiap orang percaya sama dan tidak berbeda-beda (Roma 12:3). Artinya, setiap orang yang lahir dari Allah, mereka dikaruniai kualitas iman yang sama tidak ada yang lebih besar dan lebih kecil. Ukuran dan takarannya adalah sama yaitu iman yang membuat mereka diselamatkan. Namun dalam progresnya iman itu terlihat seperti ada yang kecil dan ada yang besar karena kita melihat apa yang dihasilkan. Sesungguhnya, besar atau kecil yang dihasilkan iman seseorang bukan karena Allah memberikan ukuran iman berbeda-beda, tapi karena cara dan sikap orang yang memiliki iman tersebut berbeda-beda. Ada yang memberikan kesempatan kepada Roh Kudus bekerja secara leluasa dan menaklukkan seluruh kehidupan mereka terhadap kehendak Tuhan, tapi ada juga yang membonsai Roh Kudus dengan segala keinginan daging mereka. Perbedaannya terletak di sana bukan pada ukuran iman yang diberikan Tuhan. Namun demikian pengeloaan iman supernatural antara Allah dan manusia tetaplah berbeda. Allah sanggup mencipta dari yang tidak ada menjadi ada, sedangkan manusia menarik sesuatu dari alam roh ke alam nyata. Itu terjadi karena iman itu adalah Allah sendiri.
Mengapa Yesus berkata “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.Karena Dia tahu bahwa Allah mengaruniakan iman yang sama seperti iman yang ada pada-Nya kepada setiap orang percaya. Jadi, kalau Yesus dapat melakukan perkara-perkara yang supernatural maka setiap orang percaya kepada-Nya yang memiliki iman yang sama dapat juga melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan. Itu sebabnya fokuslah kepada fakta bahwa Anda memiliki iman Anak Allah, maka Anda akan melihat perbedaan dalam apa yang Anda harapkan dan percayai. Namun jika Anda fokus kepada situasi yang ada di sekeliling Anda maka situasi tersebut akan menguasai Anda dan Anda akan tengegelam di dalamnya. Jadi, tetaplah beriman kepada Yesus dan Anda akan mengalami kemenangan. Haleluya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS