KEMATIAN YESUS ADALAH KEMATIAN ORANG TERKUTUK (Galatia 3:13-14)


Jum’at Agung, 10 April 2020



Mengapa Yesus harus mati sebagai orang terkutuk?
1.        Untuk Menebus Kita dari Kutukan Hukum Taurat (ayat 13)
Apa itu “kutuk atau kutukan” Hukum Taurat?
Kutuk menurut Alkitab;
Pertama ialah pengutukan, Seorang dapat mengucapkan kutuk karena menginginkan kerugian orang lain (Ayub 31 :30; Kejadian 12:3); atau untuk menguatkan janjinya sendiri (Kejadian 24:41; 26:28; Nehemia 10:29); atau untuk menjamin kebenaran kesaksiannya dalam hukum (1 Raja 8:31; bandingkan Keluaran 22: 11). Namun jika Allah yang mengucapkan kutuk, hal itu selalu terkait dengan celaan atas dosa (Bilangan 5:21, 23; Ulangan 29: 19, 20).
Kedua, kutuk itu ialah penghukuman Allah atas dosa (Bilangan 5:22, 24, 27; Yesaya 24:6);
Ketiga, orang yg menderita akibat-akibat dosa karena penghakiman Allah disebut suatu kutuk (Bilangan 5:21, 27; Yeremia 29:18).
Di dalam Hukum Taurat tertulis apabila kita tidak mendengar suara Allah dan tidak melakukan dengan setia segala ketentuan dan ketetapan-Nya, maka akan datanglah kutuk / hukuman kepada kita. Firman yang menjanjikan hidup itu menjadi berbau maut dan penghakiman bagi pemberontak, dan oleh karenanya menjadi kutuk. Bila kutuk Allah menimpa umat-Nya yang durhaka, itu bukanlah peniadaan melainkan pelaksanaan.
Alkitab mencatat, semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah dan sebagai akibatnya ialah maut, artinya hidup mereka sedang berjalan menuju kematian kekal (Roma 6:23). Namun Allah memberikan putran-Nya, Yesus kristus digantung di kayu salib untuk menebus manusia dari kutuk hukum Taurat (Ulangan 21:23).
Dalam kitab Imamat dikatakan bahwa darah dijadikan sebagai pendamaian atas nyawa seseorang di atas mezbah (Imamat 17:11, 14). Penulis kitab Imamat menuliskan darah adalah nyawa karena setiap makhluk memerlukan darah agar dapat hidup dan akan mati tanpanya.
Jika seseorang mati, tubuhnya kembali menjadi debu tanah, dan jiwanya akan ke surga atau ke neraka. Untuk menerima kehidupan kekal seseorang harus diampuni dari segala dosa, dan agar dosa seseorang diampuni harus ada penumpahan darah (Ibrani 9:22).
Untuk alasan ini, manusia di masa Perjanjian Lama (PL) harus mempersembahkan darah binatang setiap kali melakukan dosa. Namun Yesus menumpahkan darah-Nya sendiri sekali untuk selamanya agar orang-orang mendapatkan pengampunan dan menerima kehidupan kekal karena Ia sendiri tidak memiliki dosa warisan maupun melakukan dosa.
Paulus memakai kebenaran ini untuk menjelaskan ajaran tentang penyelamatan. Hukum menjadi kutuk bagi mereka yang gagal menaatinya (Galatia 3:10), tapi Kristus menyelamatkan kita dengan menjadi kutuk bagi kita (Galatia 3:13) dan cara kematian-Nya membuktikan bahwa Ia menjadi ganti kita, sebab “terkutuklah setiap orang yg tergantung di kayu”. Kutipan Ulangan 21:23, di mana “kutuk Allah” berarti “di bawah kutuk Allah”, menunjukkan bahwa kutuk Allah atas dosa menimpa Tuhan Yesus Kristus, dan dengan demikian menjadi berkat bagi kita.
2.        Supaya Berkat Abraham Sampai Kepada Kita (ayat 14a)
Galatia 3:14a berkata, “Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsalain.”
Ini berarti bahwa Allah memberikan berkat kepada Abraham bukan hanya kepada kaum Israel, tetapi juga kepada seluruh orang Kafir yang dinyatakan benar dengan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya.
Abraham disebut dengan “bapa orang beriman” dan “sahabat Allah” yang hidupnya diberkati Allah berlimpah-limpah.
16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri demikianlah firman TUHAN: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
 17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
 18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." (Kej. 22:16-18)
Abraham taat saat Allah berkata kepadanya, “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadmu” (Kejadian 12:1). Ia juga taat tanpa alasan atau keluhan apa pun saat Allah berkata, "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." (Kej. 22:2).
Abraham menjadi berkat dan bapak orang beriman karena imannya yang sangat teguh. Setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat terhisap kepada keturunan Abraham dan layak diberkati dengan berkat Abrham.
3.        Supaya Kita Menerima Roh yang dijanjikan (ayat 14b)
“... sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.” (Gal. 3:14b)
Ini berarti setiap orang yang percaya kepada Yesus yang mati di kayu salib, mereka dibebaskan dari kutuk hukum Taurat dan menerima Roh yang dijanjikan yaitu, Roh Kudus. Bahkan tidak hanya itu, kitab Yohanes dan Roma mencatat setiap orang yang menerima Yesus sebagai Juruselamatnya mereka akan menerima otoritas sebagai anak Allah dan Roh Kudus sebagai hadiah dan jaminan bagi mereka (Yoh. 1:12; Roma 8:16; dan Ef. 1:14). Oleh Roh itu kita dapat memanggil Allah sebagai Bapa (Roma 8:15), dan kita menjadi warga kerajaan Allah (Fil. 3:20).
Sebelum dunia dijadikan, Allah mempersiapkan rencana besar untuk menjadikan mereka yang percaya Yesus sebagai Juruselamat bersatu dengan Allah dan memimpin mereka pada keselamatan. Manusia yang seharusnya menuju kematian karena dosa manusia pertama, menurut kehidupan rohani, yang menyatakan, “upah dosa ialah maut”. Namun, mereka dapat dibebaskan dari kutukan hukum Taurat dan diselamatkan dalam iman oleh karena Yesus telah menebus mereka dengan cara menjadi kutuk sehingga Dia mati sebagai orang terkutuk.
Manusia menderita sakit, mengalami masalah-masalah kehidupan dan kematian karena ketidaktaatan mereka terhadap perintah Tuhan, namun melalui kematian-Nya, Yesus mengubah menjadi berkat dan kehidupan kekal. Itu sebabnya, bagi setiap Anda yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, ini waktu yang tepat untuk mempercayai dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda, agar Anda diampuni dan memperoleh hidup yang kekal.
Caranya, ucapkan doa ini:
“Tuhan Yesus, saya percaya bahwa Engkau sangat mengasihiku dan rela mati di kayu salib untuk menggantikan aku dan menebus hidupku dari dosa. Saya minta ampun atas semua dosa-dosa ku, dan sekarang aku membuka hati dan mengundang Engkau masuk di dalam hatiku dan jadilah Tuhan dan Juruselamat atas hidupku. Terima kasih Tuhan Yesus atas kasih dan keselamatan yang Engkau berikan. Dalam nama-Mu aku berdoa dan bersyukur, amen”.
Dengan menaikkan doa ini dengan hati yang sungguh dan tulus kepada Tuhan Yesus, Anda telah diampuni dan memperoleh keselamatan! Teruslah berjalan dalam rencana dan kehendak Tuhan sampai Ia datang kedua kali. Amen,  Tuhan Yesus Memberkati!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS