KEBANGKITAN KRISTUS ADALAH BUKTI KEMENANGAN-NYA
Minggu, 12 April 2020 (Hari Kebangkitan
Yesus)
"Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang
mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia." (Roma 6:9)
Kesempatan ini kita merayakan hari Kebangkitan
Kristus, suatu fakta penting dalam kebenaran Firman yang harus dimengerti oleh
setiap orang percaya, sebab kedatangan Yesus ke dunia bukan hanya untuk lahir
dan menjadi manusia, tetapi berlanjut pada penebusan dengan kematian-Nya di
atas kayu salib, dan Kebangkitan-Nya untuk mengalahkan dosa dan maut.
Seorang ahli teologia bernama Gary Habermas, pernah menuliskan di dalam bukunya yang berjudul “Evidence of God” memberikan argumentasi bahwa, “Ketika
Perjanjian Baru mendefinisikan dan mengidentifikasi data Injil, paling sedikit
ada 3 hal yang senantiasa disebut mengenai Yesus yaitu keilahian, kematian, dan kebangkitan-Nya.” Di antara ketiga hal tersebut,
isu yang paling ramai diperdebatkan orang di sepanjang sejarah ialah
kebangkitan Kristus. Apakah Kristus benar-benar bangkit dari antara orang mati dan membawa kemenangan terbesar
atau hanya sebatas isu dan manipulasi yang terus disebarluaskan untuk
membohongi orang-orang di seluruh dunia? Sebagian orang mendebat
dan menolah fakta kebangkita Yesus. Namun bagi orang percaya peristiwa tersebut
sesuatu yang faktual karena banyak bukti sejarah berdasarkan Alkitab. Misalnya,
batu pintu kubur yang terguling; kubur kosong; pengakuan malaikat, dan Yesus sendiri
menampakkan diri kepada para murid, dll.
Menurut Alkitab, semuanya itu terjadi
sesuai dengan yang tertulis di kitab suci yang telah disampaikan oleh Tuhan
melalui para nabi berabad-abad sebelumnya, dan juga membuktikan kemenangan-Nya.
Nah, pertanyaannya bagi kita ialah, jika kebangkitan Kristus merupakan bukti kemenangan-Nya, kira-kira Kristus
menang atas apa saja?
PERTAMA, MENANG ATAS DOSA
"Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap
dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan
bagi Allah." (Roma
6:10).
"Tetapi syukur kepada Allah, yang telah
memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita." (1
Korintus 15:57)
Rasul Paulus menunjukkan bahwa Kristus sebagai pemenang yang telah menaklukkan dosa. Kemenangan Kristus di
atas kayu salib ini yang dibuktikan melalui
Kebangkitan-Nya memberikan penegasan bahwa Dia menang atas dosa.
Kematian dan kebangkitan-Nya untuk menebus kita dari dosa membuktikan Dia telah mengalahkan dosa.
Kemenangan itu ada dalam hidup setiap orang percaya kepada Kristus sesuai
dengan kebenaran, sehingga orang percaya tidak seharusnya kalah dan
takluk lagikepada dosa.
Menurut 1 Yoh. 3:4, Dosa adalah suatu
pelanggaran terhadap hukum atau Perintah Tuhan. Sedangkan sumber dosa ialah iblis yang bekerja
melalui penipuan, memperdaya
serta mengikat manusia dan akhirnya menjadikan
manusia sebagai budak dosa.
Pada waktu kita memahami dan menyadari melalui kebenaran Firman Tuhan bahwa kebangkitan
Kristus menghancurkan pekerjaan kuasa dosa, kita akan dimampukan hidup berkemenangan dalam kebenaran dan tidak lagi
diperhamba oleh dosa, tapi menjalani kehidupan
yang dipimpin oleh Roh Kudus. Berikut beberapa hal yang harus kita lakukan untuk tetap mengalami kemenangan atas dosa
dalam tuntunan Roh Kudus di hidup
kita; menanggalkan manusia lama, kerelaan diperbaharui dalam roh dan pikiran, serta mengenakan manusia baru menurut kehendak Kristus di dalam kebenaran dan
kekudusan.
KEDUA, MENANG ATAS MAUT
"Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia
bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas
Dia." (Roma
6:9).
Kebangkitan-Nya berarti kemenangan-Nya atas maut,
maut dan kematian tidak lagi berkuasa karena telah dikalahkan oleh Yesus,
demikian juga bagi kita yang percaya akan memperoleh kemenangan atas maut.
"Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut,
di manakah sengatmu?" (1 Korintus 15:55)
Jaminan kemenangan atas maut diberikan bagi kita
yang tetap memelihara iman dan percaya kepada Kristus (2 Timotius 4:7) Rasul
Paulus di tengah tekanan dan penderitaan dalam hidupnya tetap dengan teguh
memelihara imannya dalam Kristus sampai dengan garis akhir.
"Dan di dalam Kristus Yesus Ia telah
membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di
sorga." (Efesus 2:6).
KETIGA, MENANG ATAS KUASA SETAN
"... Dan itu ditiadakan-Nya dengan
memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan
penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas
mereka." (Kolose
2:14–15).
segala sesuatu telah Engkau taklukkan di
bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak
ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang
ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.
(Ibrani 2:8)
"Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera
akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita,
menyertai kamu!" (Roma 16:20).
Kebangkitan Kristus telah membuktikan bahwa Dia
telah melucuti pekerjaan-pekerjaan kuasa kegelapan dan ditaklukkan-Nya melalui
kebangkitan-Nya. Kebenaran ini menjelaskan kepada kita bahwa setan tidak
memiliki kekuatan lagi kecuali menipu dan menggoda (Ef. 6:11).
Pencobaan, tipu daya dan bujuk rayu adalah bagian
dari perbuatan setan untuk menjatuhkan dan menguasai manusia agar manusia memberontak
kepada kebenaran firman Tuhan, dan dia akan melakukannya berulang-ulang.
"Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan
itu, ia mundur dari pada-Nya/Yesus dan menunggu waktu yang baik." (Lukas
4:13)
Itulah sebabnya Rasul Petrus
menyerukan: "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis,
berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang
dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Namun ketahuilah, sekalipun dia
berjalan keliling untuk mencari orang yang dapat ditelannya, dia tidak akan
pernah berhasil selama orang percaya tidak mau ditipu dan tidak memberi
kesempatan kepadanya (Ef. 4:27). Orang percaya akan tetap ada di pihak yang
menang karena mereka memiliki otoritas ilahi dan mau mempergunakan otoritas tersebut untuk melawan Iblis (Yak. 4:7). Bahkan kita akan menjadi lebih dari pemenang oleh Dia yang memberikan
kemenangan itu kepada kita (Roma 8:37)
IMPLIKASINYA UNTUK HIDUP KITA
Kematian Yesus di kayu salib adalah untuk memikul
dosa dan juga beban pergumulan hidup manusia. "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib,
supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh
bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh." (1 Petrus 2:24)
Di dalam kebangkitan-Nya Yesus juga menaklukkan
sakit penyakit dan menyediakan kesembuhan bagi orang percaya. Salah satu
pergumulan hidup manusia adalah sakit-penyakit
yang membuat manusia tidak bisa maksimal dan efektif. Melalui kebangkitan-Nya, seharusnya
kita percaya bahwa pengampunan dan mujizat tetap ada bagi kita. Itu sebabnya milikilah
iman yang kuat bahwa Yesus telah menanggung dosa dan menyembuhkan segala
penyakit kita, maka kesembuhan terjadi. Bersama Yesus pasti ada jalan keluar
atas setiap persoalan yang kita hadapi karena Kristus sudah bangkit dari
kematian mengalahkan dosa, maut dan bahkan setan/kuasa kegelapan. Amen!

Komentar
Posting Komentar