MEMAHAMI DAN MEMPERCAYAI FIRMAN TUHAN DENGAN BENAR
Minggu, 08 Maret 2020
Dan
supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah
yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang
ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita
yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam
Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di
sebelah kanan-Nya di sorga, (Efesus 1:18-20)
Apa yang perlu kita
pahami dan percayai dari Alkitab?
1.
Bahwa Allah telah Mengarunianakan Berkat.
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah,
kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus
Kristus menyertai kamu. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang
dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam
sorga. (Efesus 1:1-3)
Kitab Efesus ditulis dari sudut pandang apa yang telah
terjadi bukan apa yang akan terjadi. Perhatikan pernyataannya; Terpujilah Allah
dan Bapa Tuhan kita yang telah (sudah terjadi, sudah dikerjakan) mengaruniakan
kepada kita segala berkat rohani. Anda perlu mengetahui bahwa segala sesuatu
yang ada dan terjadi di alam nyata/materi ini hanya manifestasi/realisasi dari
alam roh. Namun meskipun hal itu sudah ada di sana (alam roh), Anda harus atau
perlu menariknya keluar dari roh ke alam materi atau jasmani.
Nah, jika Allah telah memberkati Anda, yang
disingkapkan melalui Efesus 1:3, apakah Anda akan terus bersikap seperti
seorang pengemis dan merengek-rengek kepada Allah yang telah memberikannya?
Satu-satunya alasan bagi kita tetap merengek minta diberkati ialah karena kita tidak
benar-benar percaya bahwa kita telah diberkati!
Seseorang berdoa, “Oh Tuhan, sembuhkanlah sakit saya?”
dan orang tersebut tidak mendengar jawaban apa-apa dari Tuhan, kemudian orang
tersebut bertanya; apa yang terjadi? Mengapa Tuhan belum menjawab doa saya?...
Mungkin Tuhan di sorga sedang menggeleng-geleng kepala dan berpikir, bukankah 1
Petrus 2: 24 berkata bahwa oleh bilur-bilur-Ku engkau telah sembuh? Itu sudah
dilakukan! AKU telah menaruh kuasa yang sama yang membangkitkan Kristus dari
antara orang mati di dalam dirimu (Ef. 1:19-21).
Kalau begitu kenapa belum terjadi, apa dan dimana
salahnya? Salahnya ada di pengertian Anda! Inilah penyebab kenapa rasul Paulus
berdoa supaya setiap orang ercaya diberi roh hikmat, wahyu untuk mengenal Allah
dengan benar. Mata hati orang percaya perlu diterangi oleh Roh Kudus setiap
saat, karena pengertian yang salah akan membuahkan kepercayaan yang salah, dan
kepercayaan yang salah menghasilkan respon dan reaksi yang salah. Benahi pengertian
dan keyakinan kita terhadap Tuhan!
2.
Bahwa Allah Tidak Pernah
Meninggalkan Umat-Nya Sendirian
...dan ajarlah mereka
melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku
menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat. 28:20)
"Sesungguhnya, anak
dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan
menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita. (Mat. 1:23)
Janganlah kamu menjadi
hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah
telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku
sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5)
Hal ini pun sesuatu yang
perlu kita pahami dengan benar. Orang percaya sering berdoa, “Tuhan, kami
meminta kepada-Mu agar senantiasa bersama-sama kami, sertailah perjalanan kami
sampai di tujuan.” Kira-kira apa maksud para pendoa ini atau maksud doa seperti
ini? Apakah kalau sudah sampai di tempat tujuan tidak perlu lagi penyertaan
Tuhan? Tuhan hanya diperlukan pada saat-saat traveling saja atau bagaimana?....
Jika ungkapan doa
tersebut gambaran kerinduan hati untuk tetap bersama dengan Tuhan, tentu sangat
baik dan mulia. Tapi jika ungkapan itu merupakan pernyataan ekspresi pengertian
bahwa Tuhan hanya ada bersama-sama kita pada saat-saat tertentu, jelas salah
karena Tuhan berkata “Aku sekali-kali tidak meninggalkan engkau”.
Jika Anda mengetahui
bahwa ada sosok pribadi yang menyertai, menjagai Anda lengkap dengan senjata
ampuh, maka Anda tidak akan pernah takut berjalan di tengah hutan rimba yang
gelap sekalipun. Namun di tengah keramaian pun Anda akan tetap merasa takut
saat Anda merasa sendirian tanpa ada yang menemani. Ingat pengertian kita akan
mempengaruhi reaksi kita. Itu sebabnya, milikilah pengertian yang benar tentang
Tuhan dan firman-Nya.
3.
Berdoalah Dengan Benar
Bagaimana berdoa dengan benar? Berdoa sesuai dengan
firman Tuhan dan kehendak Bapa, bukan kehendak kita untuk memuaskan hawa nafsu
kita. (1 Yoh 3:21-24; Yakobus 4:2-3).
Contoh; “Bapa, firman-Mu berkata dan berjanji bahwa Engkau
telah memberkati, menyembuhkan dan menyertai kami, dan ketika dua atau tiga
orang berkumpul dalam nama-Mu, ada hadirat khusus dari Roh Kudus yang hadir,
maka kami bersyukur karena Engkau ada di sini. Kami mempercayai dan merindukan
itu termanifestasi. Kami tidak ingin Engkau dan segala berkat-Mu hanya berada
di dalam dunia roh, tapi nyatakanlah itu seluas-luasnya di alam materi ini sesuai
dengan janji dan kehendak-Mu, dst...
Allah tertarik terhadap pengertian dan pengakuan kita yang benar tentang
Dia dan segala karya-Nya. Dia kan bermanifestasi di dalam pengakuan iman kita
karena Dia tidak bisa menyangkali firman-Nya. Itu sebabnya pahamilah dia dengan
benar sesuai firman dan tuntunan Roh-Nya. Amin!
Komentar
Posting Komentar