KETIDAKPERCAYAAN MENGHALANGI PEKERJAAN TUHAN Markus 8:22-26
Minggu, 15 Maret 2020
Ini adalah sebuah contoh yang tidak biasa mengenai kesembuhan. Ini adalah
satu-satunya kejadian di Alkitab di mana Yesus menanyakan kepada seseorang
tentang apa yang mereka rasakan/alami setelah di doakan oleh Yesus. Ini juga satu-satunya
peristiwa di mana Yesus berdoa sampai dua kali untuk kesembuhan fisik
seseorang. Ini menarik untuk dipelajari dan direnungkan. Ada beberapa hal yang
perlu kita ketahui tentang peristiwa tersebut:
Pertama, Yesus Berada di
Betsida.
Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kota. Ada apa
dengan Betsaida? Kenapa Yesus harus membawa orang tersebut ke luar kota? Hal
yang sangat perlu kita ketahui bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan Allah
baik secara langsung melalui Yesus maupun para nabi, rasul dan bahkan orang
percaya selalu mempunyai alasan tertentu. Tindakan tersebut selalu bertujuan
untuk menjawab sebuah problem atau menyingkapkan sesuatu yang misteri yang
kadang-kadang nalar manusia tidak memahaminya secara natural.
Dalam hal ini, kitab Lukas mengkonfirmasi bahwa kota Betsaida merupakan
salah satu kota yang pernah Yesus singgahi, namun kota ini mendapat kecaman dan
kutukan dari Yesus karena buruknya keyakinan orang-orang di tempat tersebut.
"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau
Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah
terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.”
(Lukas. 10:13)
Yesus mengumumkan penghakiman terhadap betsaida karena semua
ketidakpercayaannya. Yesus juga menemukan hal serupa di kampung halaman-Nya di
Nazret.
“Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana,
kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas
mereka.” (Markus 6:5)
Sebenarnya, Yesus ingin melakukan hal lebih besar lagi di tempat-tempat
itu, tapi tidak bisa. Apakah Yesus kurang kuasa? Tentu tidak! Alasannya karena
orang-orang yang ada di kota tersebut tidak dalam iman, jadi Dia tidak dapat
melakukan lebih lagi bagi mereka selain beberapa hal kecil dan biasa-biasa
saja.
Yesus 100 persen beroperasi dalam iman, jadi tidak ada masalah dengan Dia
baik dalam hal urapan maupun kuasa. Masalahnya bukan pada Yesus tapi pada si
penerima.
Kedua, Yesus Membawa
Orang Buta itu ke Luar Kota.
Yesus membawa orang buta tersebut ke luar kota, tujuan-Nya ialah membawa
dia keluar dari ketidakpercayaan di Betsaida karena Dia tahu hal itu dapat
menghalangi kuasa Allah untuk memanifestasikan kesembuhan. Untuk mengalami
kuasa Allah, Anda perlu keluar dan mengeluarkan ketidakpercayaan yang selama
ini mempengaruhi hati dan pikiran Anda.
Sekarang mereka berada di luar kota, namun Yesus melihat bahwa pengaruh
kota tersebut belum benar-benar keluar dari orang buta itu. Yesus melihat bahwa
pria buta itu masih dipengaruhi oleh atmosfer ketidakpercayaan. Jadi setelah
Yesus berdoa untuknya, Dia bertanya, “Sudahkah kau lihat sesuatu?” Perhatikan,
Yesus tidak bertanya, “apakah Allah menjawab doa-Ku? Apakah sesuatu terjadi?”
Tidak, karena itu akan menjadi keraguan terhadap kesanggupan dan perbuatan
Allah.
Firman Tuhan berkata Anda harus percaya bahwa Anda telah menerima ketika
Anda berdoa. Yesus tahu bahwa Bapa-Nya telah bergerak. Ia tahu bahwa kuasa
Tuhan ada, tapi itu ada di dalam alam roh dan perlu masuk ke dalam alam
jasmani. Yesus menyadari bahwa ketidakpercayaan dari kota itu dan pengaruhnya
terhadap pria itu sedang menghalangi manifestasi langsung dari apa yang telah
Allah kerjakan.
Yesus bertanya, “Sudahkah kau lihat sesuatu?” Pria itu menjawab, “Aku
melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti
pohon-pohon” (Markus 8:24). Dengan kata lain, kuasa Allah telah bermanifestasi
pada level tertentu. Pria tersebut sebelumnya buta total, tapi sekarang dia
dapat melihat sedikit. Jadi Yesus melakukan sesuatu yang tidak biasa. Ia
menumpangkan tangan-Nya ke atas pria itu dan berdoa untuk kedua kalinya.
Tentu tidak salah untuk terus berdoa jika kita mengerti bahwa Allah telah
melepaskan kuasa-Nya. Dalam dunia roh itu telah selesai. Tapi kita tidak mau
bahwa itu hanya terjadi di alam roh. Kita ingin hal itu termanifestasi dalam
dunia jasmani. Jadi kita berdoa lagi, bukan meragukan apakah Allah telah
memeberikannya, tapi untuk menghardik Iblis. Kita berdoa untuk menerima hikmat
dan pengertian kalau-kalau ada sesuatu yang harus kita lakukan. Kita berdoa
untuk membangun iman dan mendorong diri kita untuk tetap mempercayai bahwa
Tuhan telah menyediakannya bagi kita. Daripada berdoa hanya sekali dan setelah
itu melupakannya, lebih baik kita berdoa dan secara agresif melepaskan iman
kita untuk berurusan dengan halangan apa-pun dan menarik penyediaan itu ke
dalam alam jasmani. Yesus menghadapi halangan itu!
Ia tidak meragukan kesetiaan Bapa-Nya tapi meragukan kesetiaan pria itu, di
mana ketidakpercayaan kota itu masih menghalanginya untuk menerima pemberian
Tuhan. Daripada membiarkannya pergi, Yesus terus melayani dia sampai dia
menerima kesembuhan penuh. Jadi Yesus berdoa untuk pria itu kedua kalinya.
Ketiga, Pertahankan
Kesembuhan Anda.
Kemudian Yesus menyuruh dia untuk tidak pergi ke dalam kota atau memberitahukannya
kepada siapapun. Apa artinya? Yesus tahu bahwa meskipun pria ini telah menerima
manifestasi kesembuhan namun ia masih dapat kehilangan itu jika ia dengan
segera kembali ke sekeliling ketidakpercayaan itu. Itu sebabnya, sangat penting
sekali mempertahankan kepercayaan kita kepada Tuhan melalui ketaatan kita
kepada-Nya dan firman-Nya. Selamat mengalami manifestasi kuasa Tuhan dalam
hidup kita. Amin!
Komentar
Posting Komentar