BERTUMBUH DALAM IMAN KEPADA KRISTUS (Part 2
Minggu, 01 Maret 2020
Minggu lalu kita sudah belajar dua poin tentang bertumbuh dalam iman kepada
Kristus, yaitu; bertumbuh dalam pengenalan akan Allah dan bertumbuh dalam
penyerahan total terhadap rencana dan pemeliharaan Tuhan. Berikut ini kita akan
belajar beberapa poin lagi mengenai bertembuh dalam iman kepada kristus:
3.
Bertumbuh dalam
Ketaatan.
Iman kepada Yesus tidak bisa dipisahkan dari
ketaatan kepada Yesus karena ketaatan itu sendiri merupakan bagian komponen
iman. Di mana ada iman di situ harus ada “ketaatan”, karena tanpa ketaatan itu bukan
iman yang hidup, tapi hayalan/angan-angan.
Pada waktu Paulus dan Silas percaya bahwa
mereka dituntun oleh Roh Kudus untuk memberitakan Injil ke Makedonia (Eropa),
mereka mentaati Roh Kudus untuk pergi ke sana sekalipun mereka harus mengalami
aniaya dan dipenjarakan di Filipi.
“Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang
Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah
ke mari dan tolonglah kami!" Setelah Paulus melihat penglihatan itu,
segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari
penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk
memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.” (Kis. 16:9-10).
“Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu,
berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini,
karena mereka orang Yahudi, dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita
sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya." Juga orang
banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan
pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah mereka berkali-kali
didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk
menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.” (Kis. 16:20-23)
Tidak terbayang oleh Paulus dan Silas bahwa mereka akan dipukulin dan
dijebloskan ke penjara setelah mereka memberitakan Injil dan mengadakan doa
pelepasan. Namun itulah realita yang mereka alami. Iman mereka memberitahukan
bahwa mereka harus menyeberang ke Eropa untuk penginjilan, dan ketaatan mereka
menggerakkan kaki mereka melangkah menuju Makedonia. Setibanya di Filipi,
mereka pelayanan seperti yang Tuhan harapkan. Alhasil, mereka memenangkan jiwa
untuk Kristus sehingga sorga penuh dengan suka cita. Namun perhatikan, firman
Tuhan berkata bahwa pembesar-pembesar kota Filipi tidak serta-merta menyambut
suka cita sorga tersebut dengan baik. Sebaliknya, mereka marah dalam kegeraman
terhadap Paulus dan Silas yang mengakibatkan Paulus dan Silas ditangkap, di
dera dan dipenjarakan. Tragis!
Kadangkala ketaatan menuntut pengorbanan dalam berbagai hal, dan itu juga
yang dialami oleh Paulus dan Silas sebagi akibat dari iman dan ketaatan mereka.
Sebenarnya mereka berdua bebas untuk memilih, apakah mereka akan taat untuk
pergi ke Makedonia atau tidak. Puji Tuhan, mereka mempergunakan kehendak
bebasnya untuk mentaati Allah dan berjalan dalam kehendak Tuhan.
Ada hal menarik dari peristiwa tersebut, di mana Paulus dan Silas tidak
terdengar mengeluh sepatah katapun, sebaliknya mereka bersyukur dan memuji Allah
yang hidup tengah malam di dalam penjara. Haleluya! Dan hasil dari penjara,
mereka memenangkan kepala penjara beserta seisi rumahnya bagi Kristus. Puji
Tuhan! Ketaatan akan selalu menghasilkan buah bagi Kristus. Ketaatan Ishak
untuk menabur benih di tahun kekeringan menghasilkan buah 100 kali lipat (Kej.
26:1-13)
4.
Bertumbuh dalam Kesetiaan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “Setia”
berarti; Berpegang teguh (pada janji, pendirian, dsb); patuh; taat; tetap dan
teguh hati: bagaimanapun berat tugas yang harus dijalankannya. Setia bersifat
kontiniu, taat melakukan sampai akhir.
Kesetiaan ada di dalam komponen iman. Iman yang benar
adalah iman yang tetap bertahan, aktif sampai akhir. Jika pada awal ada iman
yang aktif kemudian di tengah jalan berhenti sebelum masa akhir, itu bukanlah
iman yang benar dan hidup.
Sadrakh, Mesakh dan Abednego memperlihatkan
kepada kita bagaimana ekspresi iman dalam kesetiaan.
“Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala,
seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian,
sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah,
kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala.
Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?" Lalu
Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada
gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang
kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian
yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya
tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa
tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
(Dan. 3:15-18).
Kestiaan dalam imanlah yang akan menghantar kita
tiba pada tujuan-tujuan ilahi Allah dalam hidup kita. Tetaplah setia kepada
Tuhan dan Anda akan berkemenangan. Amen!
Komentar
Posting Komentar