BERTUMBUH DALAM IMAN KEPADA KRISTUS (Part 1)


Apa yang kita ketahui tentang bertumbuh dalam iman kepada Kristus? Bagi orang percaya kepada Yesus kalimat tersebut mungkin sudah tidak asing lagi. Sebagai umat Kristiani pasti sering mendengar kalimat “Bertumbuh dalam Kristus”. Bertumbuh di dalam Kristus adalah hal yang sangat diinginkan Tuhan bagi orang yang percaya kepadanya.
Sebagian orang percaya terkadang menganggap bertumbuh dalam iman kepada Kristus itu hanya sebatas rajin berdoa dan beribadah. Tentu tidak salah, namun jika kita mengartikan tumbuh dalam Kristus hanya dengan rajin berdoa dan beribadah tentu menjadi salah karena bertumbuh di dalam Kristus harus diartikulasikan dengan berbagai hal.
1.         Berakar dan Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah dan Pengenalan Akan Kristus.
“Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.” (Eph. 1:15-17)
Pertumbuhan ini harus ditandai dengan keyakinan penuh bahwa Allah itu benar-benar ada (Ibr. 11:6).
Kadangkala orang percaya hanya dapat mempercayai bahwa Allah itu ada di saat kehidupan mereka sedang berada pada posisi aman, ketika segala segala sesuatu dalam keadaan kondusif. Nmaun pada waktu mereka diperhadapkan dengan maslah yang merupakan ujian iman mereka, mereka menyangkali keberadaan Tuhan yang memelihara hidup mereka. Jika pengakuan iman kita terhadap Tuhan hanya terjadi pada saat situasi baik, itu bukanlah pertumbuhan iman kepada Kristus, tapi iman situasional.
2.         Bertumbuh dalam Penyerahan Total Terhadap Rencana dan Pemeliharaan Tuhan.
“Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.” (Rom. 4:18-22)
Orang yang bertumbuh dalam penyerahan total terhadap rencana dan pemeliharaan Tuhan adalah orang yang tidak meragukan rencana dan dan kesanggupan Tuhan memelhara hidupnya. Abraham menjadi contoh yang baik bagi kita bagaimana dia mengekspresikan iman percayanya kepada Tuhan. Ditinjau dari berbagai aspek tidak ada dukungan data yang memberikan rekomendasi bahwa istrinya akan melahirkan seorang anak mengingat istrinya yang sudah lanjut usia. Namun Alkitab mencatat, dia tetap percaya terhadap janji Tuhan.
Kemudian dalam perjalanan imannya, Tuhan menguji kepercayaannya dengan meminta anak perjanjian tersebut dipersembahkan sebagai korban bakaran kepada Tuhan. Apa yang Abraham lakukan? Apakah dia menolak dan protes kepada Tuhan? Apakah dia menjadi uring-irungan kepada Tuhan? Tentu tidak! Mungkin hatinya sempat gelisah karena tidak terbayangkan baginya untuk menyembelih anak kandung darah dagingnya. Namun Alkitab kembali mencatat, Abraham menuruti keinginan Tuhan untuk mempersembahakan anaknya sebagai persembahan korban bakaran kepada Tuhan. Kira-kira apa yang membuat Abraham senekat itu bahkan dia rela untuk menyembelih anak kandungnya? Firman Tuhan memberitahukan alasannya sebagai berikut?
“Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,
 18 walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."
 19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.”
 (Ibr. 11:17-19).
Wow, amazing! Penyerahan total yang luar biasa dipertontonkan Abraham kepada re-generasinya. Bagaimana dengan kita?
Di taman Getsemani, Tuhan Yesus memperagakan hal yang sama, di mana Dia menyerah total kepada rencana Bapa untuk penyelamatan jiwa-jiwa melalui kematian-Nya. Yesus berkata “... janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”(Mat. 26:39).
Bertumbuh dalam iman kepada Kristus adalah bertumbuh di dalam penyerahan total kita terhadap rencana dan pemeliharaan Tuhan. Mari terus percayai keberadaan Tuhan dan berserahlah sepenuhnya kepada kehendak-Nya agar kita terus bertumbuh dan mengalami kemuliaan-Nya setiap hari. Haleluya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS